24 faces angels of mine

24 faces angels of mine
leeteuk

Keep in Faith ? I Guess NOT !

Minggu, 06 Desember 2009

“ Your gaze, your appetite, even the songs you enjoyed listening to..
Everything around you is becoming of my interest
Your weaknesses, your pain has now become mine
I'm happy being able to share your sadness ”
(a man in love –superjunior)


Itu D-U-L-U .
Sebelum kita terpisah sejauh ini.
Ini bukan soal CINTA atau KEKASIH. Ini soal gadis bodoh : AKU yg terbodohi oleh pikiran polos mengenai SAHABAT.


Aku kira KITA adalah sahabat. Ternyata tidak pernah ada kata KITA dalam otakmu.
Aku kira KITA adalah satu tanggungan. Ternyata kau menjinjing bebanmu sendiri.
Aku kira KITA adalah tubuh. Ternyata bagimu aku adalah penyakit yang hanya mampir.


Dulu...
Setiap kau mengirimiku SMS saat jam 23.00, aku yang sudah tertidur terpaksa bangun. Membuka isi SMS darimu. Membalasnya.
Kau bilang : “jangan tidur dulu, temenin aku”


Kau tau apa yang aku lakukan ?
Aku menurutimu. Tidak tidur dan terus membalas SMS mu. Sampai kau sendiri tertidur dan giliranku yang tidak bisa tidur.


Tapi apa balasanmu?
Setiap kali aku SMS, sampai aku kirim berulang kali. Kau tidak juga membalas. Membalaspun hanya dengan simbol simbol senyum atau tertawa.


Dulu...
Setiap pacarmu mengirimiku SMS atau menelpon kenapa kau tidak membalas SMS nya, aku langsung berbohong sebelum aku mengonfirmasikannya padamu.
Aku bilang : “udah tidur mungkin.” Atau “lowbatt.” Atau “wah, paling juga HP nya ditinggal di rumah.”


Padahal saat itu kau sedang apa ?
Sedang asyik nongkrong kongkow di warung kopi. Asik ngerokok sambil main PS sama temen-temenmu yang lain.


Dulu..
Waktu kau ingin main ke suatu tempat bareng anak sekelas. Kau selalu menyuruhku untuk ikut.


Kau tau tidak bagaimana kondisiku saat itu?
Aku sakit. Muntah2 dan demam.
Tapi kau memaksaku datang.
Kau bilang : “pokoknya kamu ke rumah si A. Lima menit lagi harus nyampe! Cepetan!”


Apa yang  aku lakukan ?
Aku keluar rumah. Dengan kondisi pucat. Sakit.
Kau tidak pernah menghargai dan memahami kondisiku meskipun aku sudah mengatakannya..


Dulu..
Waktu kau pingsan karena kecapean dan terlalu banyak merokok. Aku menangis. aku takut, aku cemas. Aku takut ada apa-apa terjadi padamu..


Aku terpaksa melakukan hal ini :
Menjatah rokokmu. Membelikanmu makan setiap kau tidak mau makan. Mengawasi jadwal makanmu. Mengingatkan agar tidak terlalu capek.


Tapi apa balasanmu ?
Kau malah menuduhku overprotektif dan berlagak mengekangmu. Kau bilang ke semua orang :
“aku ini cowok yang suka kebebasan. Gak suka di kekang!”


Dulu..
Waktu kau dan pacarmu berantem. Dan kau cerita padaku.
Kau bilang, “mungkin dia cemburu padamu.”


Kau tau apa yang terpaksa aku lakukan ?
Menjauhimu. Mencoba menjaga perasaan pacarmu.
Dan tentu saja memberikan penjelasan pada pacarmu mengenai aku dan kau.


Tapi apa yang kau lakukan?
Kau bilang pada semua orang, “terlalu mencampuri hubunganku. terlalu membela pacarku..”


Kau TIDAK ingat ya ?
Seberapa banyak dosa yang aku tanggung karena berbohong pada pacarmu ?
Tidak ingat ?


Dulu..
Setiap kau menyetel lagu Sheila On 7, aku tidak pernah protes. Aku juga tidak pernah marah setiap kau cerita hal-hal yang tidak aku ketahui. Aku hanya ingin jadi pendengar yang baik.


Tapi apa yang kau lakukan ?
Kau malah menghina dengan jelas SUPERJUNIOR !
Ada orang menulis : oke , kita bentuk boyband baru dari korea. Bukan superjunior tapi superjuancok (juancok : umpatan kasar khas surabaya).
Kau mengomentari : oke ! like this. Persyaratan registrasi yaitu harus benci Superjunior, harus gak suka Superjunior, harus males denger kata2 Superjunior.


Apa kau TAHU ?
Semua yang kau lakukan sudah sangat SEMPURNA untuk memporak-porandakan hatiku..


Sudah banyak air mata yang aku habiskan buatmu..
Apa ini yang kau bilang hubungan PERSAHABATAN ?


Setiap kali kau marah, siapa yang kau salahkan ? AKU !
Setiap kali kau salah, siapa yang minta maaf ? AKU !
Setiap kali kau sakit, siapa yang paling cemas ? AKU !


Tapi setiap kali aku marah, apa yang kau lakukan ? CUEK !
Tapi setiap kali aku salah, apa yang kau lakukan ? MEMARAHIKU !
Tapi setiap kali aku sakit, apa yang kau lakukan ? TIDAK PEDULI !


Kalau sudah begini...
Masihkah aku salah ?


Kalau sudah begini...
Bolehkah aku trauma terhadap persahabatan ?


Kalau sudah begini...
Apa aku boleh bertanya kenapa kau kini sudah SANGAT membenciku ?


Perasaan marahku. Rasa sakitku. Emosiku. Airmataku.
Itu tidak ada apa-apanya. Semuanya terhapus begitu aku mengingat saat kita senang. Saat kita berbagi.


Aku mungkin sedih karena sudah kehilanganmu. Aku mungkin marah karena perlakuanmu padaku. Aku mungkin tersakiti karena ucapanmu. Aku mungkin sudah menangisi akhir persahabatan kita.


Tapi, yang perlu kau tau...
Aku TIDAK PERNAH menyesal bisa menjadi sahabat tempat dimana kau membagi kesedihanmu..

0 komentar:

Posting Komentar